18 Jan 2012

housing projects




another housing projects : terlepas dari buruknya proyek perumahan dalam kacamata arsitektur, tetapi arsitektur perumahan juga merupakan sebuah bagian dari arsitektur. rumah yang dibangun dengan kepentingan ekonomi, tetapi juga menjadi kebutuhan masyarakat dengan penyesuaian daya beli merupakan dinamika tersendiri di bumi Indonesia.
peran dan tugas dari kita sebagai perencana adalah menyediakan bangunan yang dapat berfungsi dengan baik pada saat bangunan tersebut dibangun atapun pasca penggunaan setelah rumah tersebut diberikan kepada pemiliknya masing-masing.

kriteria dalam merancang bangunan untuk perumahan

dalam konteks mendesain perumahan ada beberapa kriteria yang dapat menjadi pertimbangan dalam mendisain antara lain :
  1. mendisain dengan modul bangunan yang umum seperti kelipatan 1 meter. karena akan memudahkan struktur bangunan menjadi lebih efisien 
  2.  upayakan bentuk atap menggunakan atap pelana. fleksibilitas atap pelana cenderung menggunakan struktur yang lebih sederhana dari atap perisai, hal tersebut memberikan kemudahan apabila rumah akan direnovasi.
  3. masing-masing ruang harus memiliki jendela dengan bukaan yang cukup, terlepas dari permasalahan estetika jendela harus memenuhi persyaratan kegunaannya yaitu harus dapat memasukkan cahaya yang cukup dan juga memberikan sirkulasi udara dengan baik.
  4. sirkulasi silang akan menjadi lebih baik apabila pada bagian atas bangunan diberikan ventilasi dapat berupa rooster (keramik/kayu) atau bahkan sekedar lubang yang di tempatkan pada posisi yang baik sehingga tidak mengurangi nilai estetika terhadap bangunannya.
  5. septictank sebisa mungkin diletakkan pada bagian depan rumah - untuk memudahkan maintenance apabila terjadi kebuntuan atau kerusakkan.
  6. penggunaan warna sering kali dapat menjadi solusi dalam desain bangunan, dengan menggunakan warna-warna yang atraktif dapat memberikan nilai estetika tersendiri, sehingga ornamentasi nonfungsional bangunan tidak perlu berlebihan.
  7. perancang seringkali mengeluh di dalam merancang sebuah rumah untuk perumahan karena keterbatasan dalam masalah anggaran/rab dan modul-modul material yang harus sekian dan sekian. tapi toh justru modul-modul tersebut menjadi kekuatan dalam merancang agar material yang kita gunakan dapat menjadi lebih efisien.
author : m fajri romdhoni


0 comments:

Posting Komentar

all images are copyright of : derrie81@gmail.com. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Copyright 2008 muhammadfajriromdhoni. created by kreaSiguntang © by muhammadfajriromdhoni